Detail Cantuman Kembali

XML

pembuatan propeller menggunakan material paduan aluminium (AI) dengan tembaga (Cu), magnesium (Mg), dan Silikon (Si)


Industri pengecoran logam banyak kita jumpai mulai dari perabotan rumah tangga, komponen otomotif, pompa air sampai propeller kapal (Disperindag Pati, 2008). Propeller kapal merupakan faktor utama yang membuat kapal dapat bergerak. Propeller umunya dibuat dengan bahan material logam cor nonferro, salah satu jenis logam cor nonferro adalah alumunium. Alumunium memiliki sifat yang lunak sehingga perlu beberapa paduan logam agar menghasilkan sifat mekanik yang diinginkan. Penambahan paduan logam alumunium yang digunakan adalah magnesium (Mg), tembaga (Cu), dan silikon (Si). Paduan dengan komposisi 77% Al – 10% Mg -10% Cu – 3% memiliki nilai tarik dan impact yang tinggi, dengan nilai maksimum tarik sebesar 67,33 N/mm², nilai regangan 0,286%, memiliki kekuatan pukul sebesar 2,06 Joule dan harga impact sebesar 0,0206 J/mm² . Sedangkan nilai kekerasan menggunakan metode Brinell yang paling tinggi terdapat pada paduan dengan komposisi 65% Al – 20% Mg -10% Cu – 5% Si sebesar 113 HB. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan silikon maka semakin kecil nilai kekuatan tarik, impact, dan kekerasannya. Tetapi semakin tinggi silikon semakin kecil terjadinya prorositas dan unfill.
Dian Nisyah Rachmawati - Personal Name
Dwisetiono, S.T., M.MT. - Personal Name
622.18.14 Dia p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
xvii, 114 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...